WHAT'S NEW?
Loading...

Mengapa Madu Istimewa bagi Umat Islam?

Di masa pandemi, madu menjadi salah satu nutrisi alami yang paling dicari. Bahkan di Google Trends, madu mencari kata yang volume pencariannya naik selama masa covid-19. Dari yang biasanya hanya 70 kali sehari, menjadi 100 sehari. Ini tergolong peningkatan yang tinggi.

Salah satu faktornya, madu memang meningkatkan imun. Sedangkan covid-19 begitu akrab dengan orang-orang dengan imun yang rendah. Maka madu dikonsumsi sebagai usaha untuk melindungi tubuh dari serangan virus dari luar. Pertanyaan paling besar adalah, mengapa madu begitu istimewa untuk tubuh manusia?

Rahasia Allah

Penulis menyukai madu sejak dikenalkan oleh saudara. Diminta merasakan, ternyata cukup unik. Ada manis ada asam. Namun yang membuat istimewa, badan terasa lebih bertenaga. Sejak itulah madu tidak bisa dilepaskan dari hidup penulis. Ternyata madu memang rahasia Allah yang disebutkan Al Quran sebagai obat yang menyembuhkan bagi manusia (an Nahl 69). Tidak disebutkan untuk penyakit tertentu. Itu artinya bisa menjadi obat segala hal.

Bahkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dikisahkan ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah dan berkata, “Ya Rasulullah, saudaraku terkena diare.” Rasulullah saw bersabda, “Minumkanlah madu padanya.”

Laki-laki itu pulang, meminumkan madu kepada saudaranya. Tapi ternyata ia kembali lagi, “Ya Rasulullah, sudah aku meminumkan madu padanya, tapi ternyata bertambah diare.” Tapi Rasulullah kemudian pergi dan berkata lagi, “Pergilah, minumkan madu kepadanya.”

Laki-laki itu sekali lagi pulang, tapi kemudian datang lagi dengan kalimat yang sama, “Ya Rasulullah, ia malah bertambah diare.”

Maka Rasulullah saw bersabda, “Mahabenar Allah dan berdustalah perut saudaramu itu. Pergilah dan minumkanlah madu kepadanya.” Di sinilah terlihat bagaimana madu memang dianjurkan untuk diberikan kepada yang sakit sebagai penyembuh.

Yang Istimewa dari Madu

Tentu pertanyaan besarnya adalah mengapa madu istimewa. Kita lihat proses bagaimana madu itu terbentuk agar mendapatkan jawabannya. Dalam surat An Nahl ayat 69 Allah memberikan lebah ilham. Bukan sebatas perintah.

Yaitu “Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah. Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan tempat-tempat yang dibuat manusia”. Itu artinya Allah sengaja mengilhamkan lebah untuk membuat madu dekat dengan manusia. Sehingga menjadi penyembuh.

Ilham kedua kepada lebah, “Makanlah dari tiap-tiap buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan”. Inilah salah satu proses yang membuat madu istimewa. Lebah akan terbang dari satu bunga ke bunga yang lain. Dari satu buah ke buah yang lain. Ia menyedot nektar bunga untuk disimpan di perut mereka.

Sedangkan nektar merupakan sari bunga dengan rasa manis. Di perut lebah akan terjadi proses yang cukup rumit. Ketika dibawa ke sarang, cairan tersebut akan dikeluarkan kembali. Inilah yang dalam surat An Nahl disebutkan, “Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya…”. Warna yang berbeda terjadi karena perbedaan nektar dari bunga.

Selepasnya cairan diproses oleh lebah pengunyah. Maka seringkali melihat ada saja yang tinggal di sarang lebah. Tidak semuanya menjadi lebah pekerja sebagai penyedot nektar.

Cairan itu akan dikunyah sekitar 30 menit. Selama mengunyah ada proses sehingga menjadi zat madu yang lebih sempurna. Setelah mengunyah lebah akan mengeluarkan kembali menjadi zat madu yang masih bercampur air.

Otomatis ketika cairan berada di luar ruangan akan terjadi penguapan. Maka mengental. Proses ini dibantu dengan kipas dari sayap-sayap lebah yang sering terbang seperti helikopter, mampu seimbang di posisi yang sama sehingga menghasilkan angin. Proses ini masih belum selesai, ada proses penyegelan. Yaitu dibuat sel-sel yang diperkuat dengan lilin. Fuhhh. Proses yang sangat panjang dan alami. Inilah yang membuat cairan madu adalah salah satu cairan terbaik dari alam.

Diambil dari sari bunga, diproses dengan sempurna oleh lebah untuk manusia. Madu dihasilkan dengan beragam kekayaan nutrisi yang akan dibahas di edisi selanjutnya. (Diolah dari beragam sumber)

0 komentar:

Posting Komentar