WHAT'S NEW?
Loading...

Mengapa Madu Mengandung Gas

madu mengandung gas
Pixabay
Anda pasti sering menemukan kemasan madu yang menggelembung, atau ketika tutup botol madu dibuka seperti mengeluarkan gas. Semakin lama gas itu bertambah banyak. Pertanyaan paling sering muncul adalah, apakah madu tersebut asli atau tidak?
Jika dicari di internet pasti Anda akan menemukan dua kiblat, yang menganggap madu mengandung gas baik, biasanya itu adalah peternak dan pengepul madu hutan asli. Kedua adalah yang menganggap itu kurang bagus, biasanya pengelola madu olahan yang sudah kental. 

Madu Mengandung Gas

Setiap madu murni asli memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Namun umumnya memiliki enzim diatase dan fermentasi gula. Kandungan ini tidak bisa dipalsukan oleh yang lain. Karakteristiknya khusus milik madu yang dihasilkan dari kelenjar ludah lebah.

Enzim inilah yang selanjutnya menimbulkan gas dan buih. Masalahnya jika gas dan buih itu ada, maka penjual madu yang kemasan dari pabrik akan hancur semua. Bisa meledak. Jalan satu-satunya dihilangkan penyebab madu itu mengandung gas. 

Di antaranya adalah membuat madu tersebut menjadi lebih kental. Namanya pasteurisasi atau penurunan kadar air. Madu asli yang belum diolah memang memiliki kadar air yang tinggi. Di Indonesia rata-rata madu memiliki kadar air di atas 20%, bahkan kalau madu hutan belum diolah bisa mencapai lebih dari 22%. 

Pada akhirnya kadar air madu berkurang menjadi kurang dari 20%. Inilah yang membuat madu dari pabrik memiliki sifat lebih kental dari madu home industri. Di mana saja demikian. Sifat gasnya pada akhirnya hilang. Sedangkan madu yang langsung dari hutan atau peternakan yang belum diolah akan bertekstur lebih encer. 

Apakah kedua jenis madu tersebut asli, jawabannya keduanya asli, hanya kadar airnya yang berbeda. Atau ditanya kualitasnya baik mana? Saya menjawab sama saja di antara keduanya. Asli. Hanya kalau disimpan, madu yang kadar airnya lebih rendah bisa bertahan lebih lama. 

Inilah perbedaan yang signifikan. Madu murni dan segar selalu mengandung air lebih banyak, sehingga akan mengandung gas. Sedangkan madu olah yang mengandung kadar air lebih sedikit dihilangkan sifat gas madu tersebut agar bisa bertahan lama dalam kemasan.

Pengalaman Apakah Madu Mengadung Gas

Kami sendiri sebagai penjual madu mengalami perbedaan antara satu madu dengan yang lain dalam aspek mengeluarkan gas tersebut. Contoh saya membandingkan antara madu Kaliandra, Sumbawa, dan Multiflora. Ada madu hutan dan ternak. 

Dari sifat kekentalan, Madu Kaliandra paling encer, sedangkan madu Mutlifrola lebih kental di antara semunya. Seharusnya madu Kaliandra yang akan mengandung gas lebih besar. Tapi ternyata teori ini tidak tepat. 

Yang mengandung gas dan buih paling banyak justru madu Sumbawa. Jika ditutup dalam jangka waktu sekitar satu minggu saja, sudah keluar gasnya. Ada suara ketika membuka. Buihnya juga paling banyak di antara yang lain. 

Oleh sebab itu setiap karakter madu berbeda satu dengan yang lainnya. Tidak bisa disamakan, dan tidak bisa pula disampaikan paling asli. Ini persoalan kadar air.  

0 komentar:

Posting Komentar