WHAT'S NEW?
Loading...

Kadar Air Madu di Indonesia Terlalu Besar


Kadar air madu selalu diperhatikan oleh banyak konsumen setia madu. Biasanya ada yang menemukan madunya sangat kental, dikira banyak gula. Ada juga yang merasakan madunya sangat encer dikira dicampur air.

Oleh sebab itu harus diketahui beberapa hal terkait kadar air madu, terutama adalah madu Indonesia. Karena berbeda lokasi akan berbeda pula kadar madunya. Tulisan ini banyak mengambil dari journal unair yang ditulis oleh Devyana Dyah Wulandari. 

Standard Kadar Air Madu 

Perlu diketahui bahwa ada standard kadar air yang dimiliki oleh negara. Indonesia memilikinya. Menurut SNI, 2004, kadar airnya sebesar 22%. Ini banyak loh. Jadi tidak akan mungkin sangat kental jika kadar airnya di atas 20%. 

Bandingkan dengan kadar air yang diterapkan oleh WHO, sekitar 18%. Ini termasuk kental. Sehingga kalau madu tersebut dituang netesnya lebih lama dari standard yang diterapkan oleh Indonesia. Sehingga kalau Anda menemukan madu impor, hampir bisa dipastikan kental. Karena memang ada standard yang harus diikuti. Seperti madu Syifa, kental, madu Australia juga demikian. Tidak seperti Indonesia, lebih encer. 

Nah masalahnya, tidak berarti yang encer itu tidak asli. Itu juga asli. Namun berbeda daerah, berbeda negara, akan menghasilkan kualitas madu yang berbeda. 

Faktor Mempengaruhi Kadar Air Madu 

Paling utama yang mempengaruhi kadar air madu adalah kelembaban lingkungan sarang madu tersebut. Jika kelembabannya tinggi, maka bisa dipastikan kadar airnya juga akan tinggi. Karena sifat madu adalah higroskopis, mudah menyerap air. 

Itulah mengapa kadar air madu Indonesia lebih tinggi dari negara lainnya. Kelembaban relative Indonesia di angka 60% hingga 90%. Sehingga berpengarung pada kadar air yang berkisar 18-33% (sihombing 2005), itulah mengapa ada madu di Indonesia sangat encer sekali. 

Memang kadar air madu Indonesia tinggi jika asli tanpa proses. Perbedaan yang mencolok bisa dilihat antara madu ternak dan madu hutan. Madu hutan sudah bisa dipastikan memiliki kelembaban yang lebih tinggi dari wilayah peternakan. Anda bisa melihat kalau madu membeli madu hutan lebih encer. 

Faktor lain adalah masa panen. Madu yang dipanen pada usia tua akan memiliki kadar air yang lebih sedikit daripada yang dipanen di usia muda. Semakin lama madu dalam sarang lebah maka akan menghasilkan penguapan kadar air yang mendekati sempurna. 

Efek Samping Kadar Air Madu 

Madu yang memiliki kadar air tinggi dan rendah ternyata bisa berakibat fatal lho. Madu yang kadar airnya rendah akan menghasilkan madu yang tahan lama untuk disimpan. Sedangkan madu yang memiliki kadar air tinggi akan mudah rusak. 

Maka biasanya pengelola madu, atau produsen madu menggunakan alat untuk mengurangi kadar air di madu. Seperti yang dilakukan oleh UGM. Yang mengembangkan alat Honey Bee Dryer. Inilah mengapa jika ada madu kental, terutama dari Indonesia itu artinya sudah melewati proses penguapan. 

Sedangkan persoalan keaslian, semuanya asli karena dipengaruhi oleh kelembaban udara yang ada di Indonesia. Selamat meminum madu.

0 komentar:

Posting Komentar