WHAT'S NEW?
Loading...

5 Perbedaan Madu Ternak dan Madu Hutan


Di Indonesia sangat banyak varian madu yang tersedia, tapi paling umum bisa dibagi menjadi dua, yaitu madu ternak dan madu hutan. Di Indonesia keduanya memiliki banyak penggemar. Namun demikian, seringkali orang tidak memahami perbedaan antara keduanya.

Berikut kami sajikan perbedaan madu ternak dan madu hutan.

1. Jenis Lebah Madu Hutan dan Madu Ternak

Di alam liar ada 4 jenis lebah yang menghasilkan madu yakni : Apis Dorsata, Apis Melifera, Apis Cerana dan Trigona. Dari 4 jenis lebah yang telah disebut, 3 bisa diternak dan 1 tidak bisa. Yaitu lebah hutan, Apis Dorsata.

Lebah Apis Dorsata adalah lebah liar, ganas dengan ukuran besar yang sampai saat ini belum ada yang berhasil menternakannya. Ukurannya satu sampai 2,5 sentimeter, besar kan. Lebah hutan ini merupakan lebah madu Asia yang paling produktif menghasilkan madu.

Spesies ini berkembang hanya dikawasan sub-tropis dan tropis Asia, seperti Indonesia, Philipina, India, dan Nepal. Lebah ini tidak terdapat diluar Asia. Perbedaan lebah ini pada akhirnya menghasilkan perbedaan lainnya.

2. Nektar Yang Diambil Madu Hutan dan Madu Ternak

Sudah menjadi rahasia umum jika lebah mengambil nektar sebagai bahan utama madu. Sehingga kualitas madu juga sangat bergantung dengan kualitas nektar yang dihisap. Dalam faktor ini nektar dari hutan lebih unggul.

Madu hutan merupakan produk organik karena dipanen langsung dari hutan. Sedang madu ternak seringkali diternakan di pertanian yang kemungkinan menggunakan pupuk kimia. Artinya madu hutan merupakan produk alami. Sehingga sangat minim bahan kimia dari aspek nektarnya.

Madu hutan juga mengambil macam-macam nektar yang ada di hutan yang selalu ada di setiap musim. Sehingga madu hutan sering bernama daerah, madu Sumbawa, Madu Kalimantan, karena tidak bisa ditebak nektar yang dihisapnya.

Sedangkan madu ternak selalu menggunakan nama bunga yang dihisapnya, karena memang bisa dikondisikan bunga-bunga yang berada di sekitar perkebunan. Contoh bunga randu, bunga kaliandra dan beragam macam lainnya.


3. Rasa dan Warna Madu Hutan dan Madu Ternak

Soal rasa madu hutan sulit ditebak, kadang pahit, kadang asam, karena nektarnya bermacam-macam. Hal berbeda dengan madu ternak. Karena satu jenis yang dihisap maka rasanya bisa diketahui sedari awal. Seperti madu kaliandra yang memang aroma dan rasanya harum, seperti bunga kaliandra. 

Begitu juga dengan warna. Umumnya madu hutan memiliki warna kehitam-hitaman, sedangkan madu ternak biasanya coklat keemasan, atau juga kekuning-kuningan. Maka sedikit banyak bisa diidentifikasi dari warna dan nama.

4. Kandungan Madu Hutan dan Madu Ternak

Secara khusus madu hutan dan madu ternak  memiliki perbedaan kandungan air. Pada madu hutan di Indonesia : Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi : lebih tinggi dari pada madu ternak, sehingga madu hutan mentah akan terlihat lebih encer. Kisaran kandungan air madu hutan Indonesia antara 22 %-26%. Sehingga terlihat encer. Padahal itu memang madu.

Berbeda dengan madu ternak yang cenderung lebih kental. Bahkan ada yang sangat kental. Di sinilah terkadang orang ragu dengan madu hutan, kok cair. Padahal memang keadaannya demikian.


5. Sarang Lebah Madu Hutan dan Madu Ternak

Perbedaan lain madu hutan dan madu ternak ada pada tempat sarang lebah. Untuk madu hutan, tempat sarang lebah ada di pohon (ranting, batang) dan ada juga yang dibuat oleh lebah hutan di celah-celah batu. Sehingga usaha untuk mengambil sangat sulit sekali.

Sedangkan sarang lebah ternak adalah berada di dalam kotak stup tempat penangkarang sehingga proses panen lebih mudah dari pada madu hutan. Maka biasanya produksinya sangat banyak.

Inilah beberapa perbedaan madu hutan dan madu ternak.

Banyak copas dari Republika.co dan faktual.net

0 komentar:

Posting Komentar